Selasa, 23 November 2010

hari-hari yang menguras air mata

ini kali kedua aku menangis di tempat umum, yang pertama di masjid Ancol, dan yang kedua di kelas -- masih dalam suasana pelajaran -- giling bukan?

pertama dulu karena kehilangan kacamata. bukan kacamatanya yang kutangisi, tapi yang kutangisi adalah kenapa aku kehilangan lagi?

ya Rabb, apakah Engkau sedang marah padaku, ataukah sedang mengujiku?

asli, pas rame2 sama anak2 naek kapal aku pengen nyemplung --plung-- (hmm, bunyinya bukan gini dink, lebih tepatnya blep blep blep, haha), ya dan setelah nyemplung ke laut kularutkan memori-memori kesedihan ini... lalu bisa selamat lagi kembali ke daratan *ngaco*

dan lalu kemarin, 22 november 2010...

apakah setelah tawa yang sedemikian meriah akan ada duka yang mengiringinya? entah. tapi agaknya aku mulai mengakui hal itu.

bapak temanku meninggal, tepat sehari setelah kami bersenang-senang kemarin....

dan gagal sudah aku menahan air mata.

gak kebayang kalo aku di posisi itu... ya Rabb, jangaaaaan..... lebih baik Kau biarkan aku pergi daripada aku yang harus ditinggalkan pergi..........

dan malamnya aku langsung sms ibu, kuyakin ibu terheran-heran akan sms itu. sms yang aku tulis sambil berlinangan air mata...

Ibu, ayah ibu makan yang banyak ya, jaga kesehatan. kalo kerja jangan berat-berat. kalo sakit bilang aku ya, biar aku ngerti terus bisa berdoa banyak-banyak deh.

dan ibu langsung menelpon. dan tak diragukan lagi tangisku meledak ketika ibu bertanya kenapa. aku gak mau kehilangan kalian, Yah, Bu.... betapa ingin kumengatakan hal itu.

tapi lidah ini sudah kelu.

air mata yang menjawab lebih dahulu.


dear God, the only things I ask of You is to hold them when I'm not around....


kuharus datang ke wisuda ayah sabtu besok. Insya Allah.