Tampilkan postingan dengan label think deeper. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label think deeper. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 April 2011

semangaaat

sebelum berkutat dengan paper, mari kita refresh sejenak apa yang terjadi hari ini... atau mungkin ditambahin kisah kemarin... hoho, baiklah, kita ikuti saja sejauhmana saya bisa bercerita..

***
pagi ini diawali dengan kuliah umum, langsung dipimpin oleh pembicara yang tidak tanggung-tanggung ilmunya. guru yang murid-muridnya berlatar belakang S3... kyai pula. luar biasa.

mengambil tema ekonomi, awalnya saya sempat tidak minat dengan materinya. tetapi rupanya kali ini materi sangat bagus, dan penyampaiannya sempurna. sayang, saya tidak punya rangkuman tulisan tersebut. sebab sekali-dua kali saya terantuk-antuk. astaghfirullah. apalah daya, dua hari ini pulang jam 12 malem sedih

tapi ada yang paling saya inget, dialog berikut ini...

"kalian tahu, dulu di masa kecil Napoleon Bonaparte, saat dia menangis maka semua pintu akan ditutup, tirai jendela dipasang rapat-rapat... dengan satu alasan : pemimpin tidak boleh terlihat cengeng. "

karena pemimpin tak boleh cengeng, vin... karena seorang pemimpin gak boleh cengeng...

tetap semangat:)

***
part kedua, ditemukan ama satu mata kuliah lagi bersama pak Edy. dosen yang gak kalah luar biasa itu menyampaikan guyonannya *yang cukup tajam* penuh makna.

"kalian tu yang lucu, surga cuma dihargai seribu..."

hehe... bukan rahasia lagi memang tentang hal satu itu. seseorang yang mempunyai uang selembar lima ribu dan selembar dua ribu, maka yang masuk kotak amal adalah yang selembar dua ribuan. kalo punya uang Rp 8000,00 dengan komposisi 1 lembar 5000, 1 lembar 2000 dan 1 lembar 1000, maka yang masuk kotak amal adalah yang seribu rupiah.

lain lagi ceritanya kalo seseorang punya uang Rp 8500,00... dengan susunan uangnya 1 lembar 5000, 1 lembar 2000, 1 lembar 1000, dan satu koin 500 rupiah. maka yang mana yang masuk kotak amal?
sepertinya tidak perlu jawaban saya jelir

...haha, thanks Sir.....

***
dan acara terakhir adalah coding analisis. yieuh ... lumayan unik datanya. semoga semakin semangat saja menghadapi pkl yang sepertinya juga bakal semakin padet jadwalnya... semoga semakin pintar membagi waktu...

...semoga semakin lekas libur, semakin cepat pulang. ya Rabbana, kerinduan ini sudah tidak dapat lagi terdefinisikan...

Kamis, 31 Maret 2011

...

"kalian disini gak ada yang disesatkan kan? kalo begitu saya harap semangat kalian untuk belajar tentang ilmu ini lebih tinggi dari angkatan kami..."

(Joko Parmiyanto, 30 Maret 2011)

Rabu, 30 Maret 2011

...

"kalian sadar tidak, kadangkala seseorang tidak menyadari bahwa dirinya sedang bermasalah..."

"Allah seringkali memberikan petunjuk-Nya, menjawab permintaanmu atas doa : berikanku yang terbaik... tapi justru seringkali pula kau tak menyadari bahwa Dia tengah mempersiapkan rangkaian kisah terbaik untukmu..."

(Edy Irianto, 30 Maret 2011)

Selasa, 29 Maret 2011

pertemuan km perdana

sebelum hari ini terlewatkan, saya ingin merangkum pelajaran berharga pagi tadi..

***
semester enam di tingkat komputasi ini diawali oleh Knowledge Management, dengan pengajar Bp Robby tercinta, yang juga pernah mengajar kami di tingkat dua pada matkul OrKom.

pertemuan pertama, dan diawali pula dengan ketelatan saya yang pertama. hehe... iya, habisnya sebelum kuliah tadi pagi onlen bersama lappie cukup lama. niat semula bagus sih... mau belajar materi sebelum dijelasin. hoho sengihnampakgigi


tapi apalah daya, godaan lebih dahsyat dari yang saya kira *halah*... yang ada berikutnya adalah saya blogging... sungguh di luar niat awal yang mulia.

*terlena*, dan belakangan menyadari bahwa saya belum nyetrika seragam sama sekali buat ke kampus... yieuh, hipotesis kali ini gagal menolak Ho : telat sudah.

untung masih banyak teman lain yang telatjelir

***
Yang istimewa kali ini, Pak Robby membuka kuliah dengan sebuah quote,

"An old man who is dying is like a library that is burning"
(Leopold Singhor)

Dan tiada terduga, beliau bertanya

"Sekarang tanggal berapa ya?"
"Tanggal 29, Pak."
"Oke, absen 29 silakan menjawab makna quotes di atas"

jiahaha, kontan temen2 sekelas langsung ketawa. Bapak satu ini tidak lupa dengan tradisinya yang telah ada semenjak kami tingkat dua! :puppyeyes:

hehe...

yak. menurut saya pribadi *maklum, saya sudah lupa dengan apa yang telah dijelaskan -.-, makna quote di atas adalah selagi masih muda, selagi masih berumur, tularkan segala pengetahuan yang kita miliki... sampaikan semua-muanya... karena ketika kita sudah tua nanti, karena ketika kita sudah terbaring tak berdaya nanti... kita hanya bagaikan seonggok perpustakaan yang tidak memiliki guna karena habis terbakar...

makna yang begitu dalam, bukan?

saya sempat MJJ mendengarnya *Mak Jleb-Jleb* ... perumpamaan yang gak tanggung-tanggung perumpamaannya. menekankan bahwa tiada guna ilmu yang hanya dimiliki sendiri... sebab di penghujung hari nanti, kesemuanya hanyalah hal yang sia-sia - layaknya perpustakaan yang habis terbakar - di kala ilmu itu tidak dibagikan untuk orang lain.

oke, mari kita lebih bersiap untuk membagi ilmu untuk sekarang atau nantisenyumkenyit

yeah, terakhir, terima kasih Bapak untuk pelajarannya hari ini... karena tanpa Bapak, tiada pula notes bertemakan MJJ ini...

Minggu, 15 Agustus 2010

apa yang salah dari kenangan yang terus memaksa untuk diingat?*

"pernah kumencoba tuk sembunyi namun senyummu tetap mengikuti... "
(Iwan Fals, Yang Terlupakan)

Aku suka menuliskan frase itu. Satu untaian kalimat yang begitu mengena untuk seseorang sepertiku. Seseorang yang tak ingin ada yang mengisi hati selain Dia, tapi berbentrok dengan rasa itu. Menyiksa, andai kau tahu. Itu yang aku rasa.

Aku tahu rasa ini fitrah. Tapi yang aku tak mengerti kenapa Dia membiarkan rasa ini terlalu lama.

Aku menangis tersedu dulu ketika kumemiliki rasa seperti itu. Jatuh cinta. Setiap kumendengar satu vocab itu, kuingat dia. Teringat suatu barang, kuingat dia. Hingga aku bertanya-tanya kenapa Dia menumbuhkan rasa itu...

Aku mencintai-Mu Allah, sungguh...
Apakah Kau meragukan hal ini hingga akhirnya Kau biarkan rasa itu menggerogotiku?
Tak percayakah Kau padaku?

Dan mungkin, ketika saking kronisnya penyakit ini, Dia menegurku. Dengan kehilangan hp.

Aku sadar hal itu... pun ketika kumemutuskan untuk puasa Daud sebulan. Membersihkan hati dari luka-lukanya. Membuang dia jauh-jauh....

Walau aku mengerti benar, ku gak kan mencabutnya, sebab hati akan terasa begitu sakit... tapi smoga dengan puasa ini aku berarti tidak memberikan pupuk padanya. Tidak membiarkannya tumbuh subur.

Hari demi hari aku masih tersiksa dengan rasa itu. Bayangannya masih saja ada. Saat-saat aku bersamanya... bersama tawanya, bersama dia...

terekam jelas dan berputar bagai slide yang menyenangkan penikmatnya.

Padahal belum tentu dia merasa apa yang aku rasa....

Ah, kau tahu, dari sini aku belajar satu hal... bahwa seseorang yang jatuh cinta selalu membenarkan hal-hal yang membenarkannya jatuh cinta.

karna itu pula yang kualami...

Kuanggap dia juga mempunyai rasa yang sama denganku...

Ah, bodoh sekali kau, vivin.

Lantas aku mesti bagaimanalah?

Apa yang salah dari kenangan yang terus memaksa untuk diingat?

Hari demi hari berlalu....
Syukurlah. Sedikit berkurang rasaku padanya. Setelah puasa, tilawah, memperbanyak yang sunah, ditambah frekuensi yang jarang bertemu dengannya...

Tapi enggak saat sore itu, saat tiba-tiba aku bertemu dengannya, dengan orang yang menjadi trending topic hari-hariku...

Kami bertemu.

Dia menyapaku.




Semua kuingat persis. Aku ingat detail kejadiannya. Kubisa melukiskannya sempurna.

Betapa pertemuan yang sesaat itu mampu mengubah suram hariku menjadi berbunga-bunga... Betapa setelah kubertemu dengannya, dan lalu menjawab pertanyaannya, aku laksana seseorang yang kehilangan ingatan sementara...

Aku menjawab tinggal di tempat A ketika dia bertanya dimana kutinggal, padahal saat itu kami sedang di tempat A!

astaga.... seseorang yang jatuh cinta, sebeginikah?

...
Agustus, 2010

"pernah kumencoba tuk sembunyi namun senyummu tetap mengikuti...."

Lagunya masih mengena. Namun kini kubiarkan rasa itu. Biar waktu yang membantuku melepasnya... Biar waktu yang menjawab semua, biarlah...

Sabtu, 14 Agustus 2010

warning

hari ini pelajaran mengena sekali. diulang ayahanda berkali-kali...


benar. tentang harta terbesar seorang wanita : kesucian dirinya sebelum waktu itu tiba (read : nikah).

botol pun dalam kemasannya selalu dituliskan do not accept if seal is broken. Jangan terima bila kemasan rusak.

jika botol saja demikian, apalagi seorang wanita?

malu di dunia sudah kepalang tanggung, belum lagi pertanggungjawaban di akhirat. naudzubillah...

jangan serahkan dia jika belum waktunya tepat yak^^/


Kamis, 05 Agustus 2010

*sibuker...

hoho... sekarang ini saya lebih sering update blog daripada lewat efbe...

23.41, jelang 6 Agustus 10
baru nyampe rumah dan bisa bernafas lega... few......

alhamdulillah, pelajaran luar biasa hari ini.

...dari seorang sahabat....


"Kalo mau istirahat jangan disini, ukh. Di surga nanti..."


Eh?

Aku tertohok. Asli.

Teringat betapa sering kuterkeluh atas berbagai amanah ini itu... itu ini.... liburan serasa tak liburan... masih aja ada kegiatan.

Dan sekarang..., you know what, itu kata-kata keluar dari temen-temen yang kesibukannya beribu kali lipat lebih berat daripada aku. Mereka mengerti benar, bahwa bukan dakwah yang membutuhkan pribadi masing-masing kita. Tapi kitalah yang membutuhkan dakwah itu...

Duhai, maka apalah balasan yang lebih tepat untuk seseorang yang memperjuangkan agama Allah selain surga-Nya?

bahkan berharap surga pun sebenarnya kita jauh dari layak. hidup di dunia ini sudah sepantasnya kita menyampaikan suatu ucapan terima kasih untuk-Nya, dalam wujud apapun itu...

Sudahkah kita memberikan hadiah untuk-Nya hari ini?

Rabu, 20 Agustus 2008

Gado-Gado *New*


Hm... yang saya maksud dengan judul "Gado-Gado" bukan karna saya mau cerita tentang makanan ituh... tapi karna cerita dibawah ni, rena-rena...

Persiapan tes kedua STIS...

Haduh... yang paling saya takuti ya ini. Psikotest ma wawancara. Gimana ya, di psikotest tu ada tes nggambar... mana saya bisa bagian ini. Psikotest 23 Aug, wawancara dapat sekitaran 26-27 Aug. Deg-deg-an? Banget.

Kudu tetep SEMANGAaaaaTTTT.... Yakinlah saya, andai STIS yang terbaik buat saya, maka terbukalah jalan... Bantu saya dengan doa yach.

...” Ya Allah... jangan biarkanku mendikteMu unt hal yang kuinginkan. Pilihkanku yang terbaik, ya Allah... terbaik menurutMu, bukan menurutku....”

Agustusan

Nothing special. Momen ni terlewatkan gara-garanya ngurusi proses-proses jadi mahasiswa gitu. Tapi setidaknya tahun ni lebih baik dari tahun kemarin. Why? Tahun lalu, tahu ndak, saya ngisi piano di kampung laen. Tapi ancur.. gara-gara adanya si itu tu...

Ketika ku harus milih...

Awalnya, saya berpikir untuk jadi mahasiswa berstatus ganda, yakni kesehatan masyarakat Undip en telekomunikasi Polines. Kan enak tuh, di undip saya belajar tentang kesehatan, ilmu ni pasti berguna banget de, ketika saya ngadepi alat-alat elektronik, alias di polines. Ex, berapa karat yang masih boleh dipegang... hehehe... Slaen itu, saya di polines akan menghadapi hal-hal baru, menggergaji baja, panjat tower... yang bener-bener tantangan dah.

Dan dengan ngrangkepnya saya di polines dan undip, saya pengen ikutan ospek polines. Kayaknya seru tuh disana... saya akan menjadi adik terbadung. Hahaha... SOK mode ON.

Tapi semua rencana ni gatot *gagal total* gara-gara sms temen saya. Bukannya dia jadi kambing hitam atas gagalnya rencana saya, tapi justru dia menjadi kambing putih *pembawa kebenaran*. Hehe... sorry kawan, meski maknanya bagus, konotasinya gak banget...hee...

Gini smsnya,

”Coba deh baca buku peraturan akademuk undip bab 2 pasal 2 nomer 5..”

Begitu saya buka, isinya :

Mahasiswa Universitas Diponegoro dilarang memiliki status ganda dalam kurun waktu kegiatan akademik yang sama pada program studi di lingkungan Universitas Diponegoro ataupun berstatus ganda sebagai mahasiswa Universitas Diponegoro dan perguruan tinggi negeri lain, kecuali yang mengikuti twinning program yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro.

Ctarrr... kayak kena petir saya *halah!*. Kudu milih deh saya, KM atau telekomunikasi... padahal saya dah kadunk cinta ma kedua prodi tersebut.

Dan ortu milih KM... dengan pertimbangan A smpe Z. Gipula, andai saya di telekomunikasi... berat juga tu ospeknya, membuat atribut segala macem... padahal saya musti fokus juga di tes STIS yang waktunya bersamaan dengan itu... willy nilly, Bye telekom...

Bye Cepu

22 august ntar saya dianter keluarga besar pindahan ke kost saya di semarang. Hik2, kemarin saya pamitan ma kakek nenek... belum lagi ntar ma ortu... adik2 saya... Haaa... GAK MAU... GAK MAU... saya maunya mereka semua ikut saya ke semarang!!!

Tapi tu impossible.

Ya udahlah...

...”Ya Allah... jagalah mereka ya Allah... orang-orang yang kucintai...”

Hm...dengan pindahnya sya ke semarang, saya pamitan juga ya, dri dunia blogging ini. Tampaknya agenda MaBa akan menyibukkan saya....

Welcome Ramadhan

Hari-hari jelang Ramadhan...

Dan Ramadhan tahun ni menjadi kali pertama saya gak bareng ortu *sedih lagi*. Ahh... moga jadi lebih dewasa dengan semua hal ini.

18 tahun 2 bulan

Rupanya sang waktu terus menggerogoti saya. Saya bukan anak-anak lagiii....

...”Ya Allah... jadikanlah sisa umurku ini membawa manfaat untuk orla, untuk sebanyak-banyaknya umatMu, ya Allah...”

Yang beda..

Fuh... saya biz jalan-jalan keliling Cepu kemarin... Yang beda? Jumlah orang gila di cepu tambah banyak e... duh aduhh...

En orang-orang malah dengan tanpa dosanya nggoda orgil ituh. Pada ketawa-tawa. Jadi semakin miris....

Ni hari terakhir saya di Cepu, untuk beberapa hari ke depan... Semarang deh. Yang beda? Saya tambah akrab ma adek2 saya akhir2 ni. Jadi semakin berat ninggalin...


Saya kan ninggalin rumah, keluarga yang bener-bener istimewa... Yang beda? Saya harus jadi lebih mandiri. Ya, kudu pinter2 mengurus diri sendri...

kok jadi speechless gini...
...
...
...
...
...

Ya Allah... lindungi aku dan orang-orang yang kucintai. Jagalah mereka, ya Allah...

Kamis, 12 Juni 2008

Renungan 12 Juni

Saya setahun lalu, jelang 18 tahun.....

Ayah saya yang diharuskan operasi unt seminggu lamanya...dan hari-hari saya lalui penuh air mata yang tak mau berhenti menetes......

Banjir, yang pertama kali saya harus rasakan.
Tanpa listrik. Air melimpah tapi persediaan air bersih minim
Perjuangan ke sekolah yang harus melewati air-air itu....dan saya rasakan itu berat, padahal saya masih jauh beruntung, air tidak sampai menggenangi rumah saya...

Saya yang tak sekali dua kali membuat ulah, masalah ma guru-guru saya....

Nilai-nilai pelajaran saya yang naik turun, dan kenapa itu tak naik terus saja ya....

Dan akhir-akhir ini, ketika saya harus dihadapkan kembali pada kegagalan, setelah sebelumnya lama sekali saya berada diatas... dan saya hampir taksanggup menghadapi semua itu.....

Perjuangan saya unt mendapatkan sekolah, mencari data-data saya, ini, itu.... walau Allah belum mengizinkan saya unt mendapatkan sekolah saat-saat ini...

Perpisahan dengan teman-teman yang baru saya mengerti benar bahwa merekalah yang benar-benar yang tak terlupakan.....

Dan kesemuanya kembali pada dirimu sendiri, vin.... apakah kau mampu menelaah hikmah dalam semua kejadian itu.. ataukah, sibuk dalam tangis penyesalan dan pengandaian?

Rabu, 28 Mei 2008

Read Me... Kisah Yang Menyindir Saya... :>


(ketemu juga ma emotion.hehe..)


Inih cerita yang membuat saya merasa tertohok sekale abiz baca... Dari bulletin yang ada di sekolah saya. Dan saya ga segan2 menulisnya karena ini full makna...buat saya. Buat Anda juga mungkin? Sebelumnya saya makasih banget unt penyusun cerita ini, dari Himpunan Kisah Teladan ya... n unt Mb Ulfa yang memilih cerita ini... Hm. Langsung aja deh ya, begini....

Pada suatu waktu, ada sebatang pohon apel yang amat besar, dan seorang anak laki-laki gemar bermain di sekitar pohon apel itu setiap hari. Dia memanjat, memetik dan memakan buah apel dari pohon itu.

Tahun demi tahun berlalu... anak laki-laki itu sudah besar dan menjadi seorang remaja. Dia tak lagi menghabiskan waktunya bermain di bawah pohon apel itu. Namun suatu hari dia datang kepada pohon apel itu dengan wajah yang murung.

”Marilah bermain-main denganku,” ajak pohon apel

”Aku bukan anak-anak lagi, aku tidak gemar lagi bermain dengan kau,” jawab remaja itu.

”Aku ada keperluan dan aku perlu uang untuk membelinya,” tambah remaja itu dengan sedih.

Lalu pohon apel berkata, ”Kalau begitu petiklah apel-apel yang ada padaku, juallah untuk mendapatkan uang. Dengan begitu kau dapat membeli yang kau inginkan.”

Dengan gembiranya remaja itu memetik semua buah apel di pohon itu dan pergi dari situ. Dia tidak kembali lagi setelah itu. Sang pohon apel merasa sedih.

Tahun pun berlalu..... Suatu hari remaja itu kembali, dia semakin dewasa.

”Marilah bermain denganku,” ajak pohon apel

”Aku tiada waktu untuk bermain. Aku terpaksa bekerja untuk mendapatkan uang. Aku ingin membangun rumah sebagai tempat perlindungan untuk keluargaku. Dapatkah kau menolongku?”, tanya anak itu

”Maafkan aku, aku tak mempunyai rumah. Tetapi kau bisa memotong dahan-dahanku ini dan kau buatlah sebuah rumah darinya,” jawab pohon apel

Lalu remaja yang semakin dewasa itu memotong semua dahan pohon apel itu dengan gembiranya. Pohon apel itupun merasa gembira tetapi kemudian merasa sedih karena remaja itu tidak kembali lagi setelah itu.

Suatu hari, seorang laki-laki yang sebenarnya anak kecil yang dulu suka bermain dengan pohon apel itu datang menemui pohon itu.

”Marilah bermain-main di sekitarku,” ajak pohon apel

”Maafkan aku. Tetapi aku bukan anak kecil yang suka bermain-main lagi. Aku sudah dewasa. Aku mempunyai cita-cita untuk berlayar. Malangnya, aku tidak mempunyai perahu. Dapatkah kau membantuku?”, tanya lelaki itu

”Aku tidak mempunyai perahu untuk diberikan padamu. Tetapi kau boleh memotong batang pohonku ini untuk membuatnya. Kau akan dapat berlayar dengan gembira,” jawab pohon apel.

Lelaki itu merasa amat bahagia dan menebang pohon apel itu. Ia tak pernah kembali lagi setelah itu. Namun begitu, suatu hari, datang seorang lelaki yang semakin dimakan usia. Dia adalah anak kecil yang dulu bermain-main disekitar pohon apel itu.

”Maafkan aku. Aku tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan padamu. Aku sudah memberikan buahku untuk kau jual, dahanku untuk kau buat rumah, batangku kau buat perahu. Aku hanya ada tunggul dengan akar yang hampir mati..........” kata pohon apel itu dengan nada pilu.

”Aku tidak mau apelmu lagi karena aku sudah tidak bergigi untuk memakannya. Aku tidak mau dahanmu karena aku sudah tua untuk memotongnya. Aku tidak mau batang pohonmu karena aku tidak berupaya untuk berlayar. Aku merasa lelah dan ingin istirahat”, jawab lelaki tua.

”Jika begitu istirahatlah dibawahku,” kata pohon apel itu. Mereka berdua menangis kegembiraan.

----end

Vivin : Saya jengkel sekali ma anak kecil yang di cerita itu. Buseet dah. Masa’ dia ”menghabisi” pohon apel itu. Ngambil buah, batang, dahan.... mana datang ke pohon apel pas dia butuh aja. Dan si pohon apel kok ya mau-maunya ngladeni anak jahat itu. Tapi begitu saya baca tulisan dibawah cerita itu, saya terdiam. Jangan2 saya juga anak kecil itu?

.....

Pohon apel yang dimaksudkan adalah kedua orang tua kita. Saat kita masih kecil, kita suka bermain bersama mereka. Ketika kita meningkat remaja, kita perlu bantuan mereka untuk hidup. Kita tinggalkan mereka dan hanya kembali meminta pertolongan apabila kita dalam kesusahan. Namun begitu mereka tetap menolong kita dan melakukan apa saja asalkan kita bahagia dalam hidup. Hargailah jasa orang tua kepada kita setiap hari, setiap saat.....jangan sampai kita hanya datang kepada mereka saat kita perlu bantuan mereka. Sudahkah Anda berterima kasih kepada mereka hari ini dan berkata, ”I love U Mom/ Dad?”

Vivin :

*speechless*

I love U Mom.....Dad.........

Rabu, 14 Mei 2008

Thanks God, Aku Remidi!

Baru saya dapatkan hikmah akibat UH sejarah saya kurang dari standart, basa kerennya : remidi. Iya nih, abiznya yg saya pelajari pada ga keluar....atau bisa juga dikatakan kurang serius belajar... hehehee..

Konsekuensinya, saya harus cari video kerusuhan sampit. Saya cari-cari di youtube ga ketemu2, keyword yg saya pake ga pas kali ya... tapi kmd saya temukan di google! Dari video ni emosi saya meledak-ledak. Mereka kok tega gitu ya, nglakuin hal yang hewan aja ga bakal nglakuin. Punya ati ga sih???

Tapi dari video ini pula saya merasa pengetahuan yang saya miliki masih rendaaaah sekali. Kasus yang sedemikian hebohnya saya ga tau, ga respon. Padahal fasilitas yang bejibun.... fasilitas itu sudah saya salahgunakan dengan menggunakannya unt hal-hal yang kurang manfaat. Yaaa..moga saya sadarnya ga dalam beberapa menit in aja ya!

Kayak apa sih video itu???

Just click ”play” and you will realize that you’re luckier.....jauh-jauh lebih beruntung daripada mereka…..



Minggu, 13 April 2008

The Unforgetable One

Hello!! I'm coming again....

Kali ni saya akan cerita pas saya dapat mandat jadi dai'ah dadakan... Taun lalu pas puasa gitu, di skul, saya ambil cerita ni.... Gak sengaja saya dpt dr net... Wah, tapi saya nervous bnget. Trus ngomongnya cepet2... Hhhh... gak tau deh. Truz, saya minta maaf deh ma guru saya. Beliau bilang, "Gakpapa, tapi materinya bagus lho tadi..." Dan lagi yang membuat saya hepi, temen saya bilang klo ceramahnya bagus gitu deh. "Salut", katanya... Mulai deh saya berbunga2... hehe...

Begini ceritanya,


Pada suatu waktu, ada seorang mahaguru yang ingin mengambil break dari kehidupannya sehari-hari sebagai akademisi. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke sebuah pantai dan meminta seorang nelayan untuk membawanya pergi melaut sampai ke horizon.

Seperempat perjalanan, mahaguru tersebut bertanya, “Wahai nelayan, apakah Anda mengenal ilmu geografi?”

Sang nelayan menjawab, “Ilmu geografi yang saya ketahui adalah kalau di laut sudah mulai sering ombak pasang, maka musim hujan segera akan tiba.”

“Nelayan bodoh!” kata mahaguru tersebut. “Tahukah kamu bahwa dengan tidak menguasai ilmu geografi kamu sudah kehilangan seperempat kehidupanmu.”

Seperempat perjalanan berikutnya, mahaguru tersebut bertanya pada nelayan apakah dia mempelajari ilmu biologi dan sains? Sang nelayan menjawab bahwa ilmu biologi yang dia kenal hanyalah mengetahui jenis ikan apa saja yang dapat dimakan.

“Nelayan bodoh, dengan tidak menguasai sains kamu sudah kehilangan seperempat kehidupanmu, ", kata sang guru.

Kemudian mahaguru tersebut bercerita tentang Tuhan yang menciptakan umat manusia dengan struktur tubuh, kapasitas otak yang sama, dan lain-lain.

Selanjutnya mahaguru tersebut bertanya apakah nelayan tersebut mempelajari matematika? Sang nelayan menjawab bahwa matematika yang dia ketahui hanyalah bagaimana cara menimbang hasil tangkapannya, menghitung biaya yang sudah dikeluarkannya, dan menjual hasil tangkapannya agar dapat menghasilkan keuntungan secukupnya. Lagi-lagi mahaguru tersebut mengatakan betapa bodohnya sang nelayan dan dia sudah kehilangan lagi seperempat kehidupannya.

Kemudian, di perjalanan setelah jauh dari pantai dan mendekati horizon, mahaguru tersebut bertanya, “Apa artinya awan hitam yang menggantung di langit?”

“Topan badai akan segera datang, dan akan membuat lautan menjadi sangat berbahaya.” Jawab sang nelayan. “Apakah bapak bisa berenang?” Tanya sang nelayan.

Ternyata sang mahaguru tersebut tidak bisa berenang. Sang nelayan kemudian berkata, “Saya boleh saja kehilangan tiga-perempat kehidupan saya dengan tidak mempelajari tiga subyek yang tadi diutarakan oleh mahaguru, tetapi mahaguru akan kehilangan seluruh kehidupan yang dimiliki.”

Kemudian nelayan tersebut meloncat dari perahu dan berenang ke pantai sedangkan mahaguru tersebut tenggelam.

...

Begitulah.

Seringkali kita meremehkan orang lain. Padahal, kita tidak bisa bergantung pada kemampuan diri kita sendiri, kita membutuhkan orang lain. Keberhasilan kita tergantung pada keberhasilan orang lain. Begitu sebuah masalah muncul ke permukaan, kita tidak bisa mengatasinya dengan hanya mengandalkan kemampuan yang kita miliki. Kita harus menggabungkan kemampuan kita dengan orang lain.

Sehingga bila perahu kita tenggelam, kita masih akan ditolong oleh orang lain yang kita hargai kemampuannya. Tidak seperti mahaguru yang akhirnya ditinggalkan di perahu yang sedang dilanda topan badai dan dibiarkan mati tenggelam karena tidak menghargai kemampuan nelayan yang membawanya.

--- Little story that will not be forgotten---



Minggu, 06 April 2008

Penginspirasi : Hub Matematika dan Keimanan


Matematika? Wah, pelajaran itu seringkali jadi momok buat siswa. Saya juga sering merasa demikian, plgi klo dapet soal2 yg jawabannya entah dimana. Dicari kok gak ketemu2.

tapi...

Suatu hari saya nemui sebuah cerita yg gud gtu deh, yg membuat saya mkin cinta ma matematika...

Begini ceritanya...

1 : 1 adalah lebih besar daripada 1:1000, artinya,
Kalo kita punya suatu masalah, masalah itu akan kerasa lebih berat jika kita membaginya sendirian, dalam artian kita gak membaginya ma orang lain. Namun jika kita share ma orang laen, dalam hal ini berarti bahwa kita membagi 1 dengan bilangan yg lebih besar, 1 : 10000 msalnya. Maka masalah kita akan lebih gak kerasa. Dan apabila kita share ma Allah yg Maha Besar, yg bisa dikatakan 1:1000000000000000, atau 1: bilangan tak terhingga, maka hasilnya mendekati nol. Atau gak kerasa sama sekali. Kecil karena kita ykin bahwa Allah slalu ada ma kita.

Jadi, nunggu apa? Buka buku matematika kita yukkk....